Perbedaan Keranda Mayat Stainless 201, 304, 430
Komposisi Seri Stainless pada Keranda
Keranda mayat stainless steel pada umumnya memakai tiga seri: 201, 304, dan 430. Ketiganya berbeda dalam kadar nikel, kromium, dan mangan. Perbedaan itu langsung menentukan ketahanan karat dan harga.
Stainless 201 mengandung nikel 3,5-5,5 persen dan mangan 5,5-7,5 persen. Kromiumnya 16-18 persen. Kandungan nikel yang rendah membuat seri ini lebih murah. Namun daya tahan terhadap korosi lebih rendah dibanding 304.
Stainless 304 mengandung nikel 8-10,5 persen dan kromium 18-20 persen. Mangan hanya sekitar 2 persen. Seri ini menjadi standar untuk alat medis dan peralatan food grade. Ketahanan karatnya jauh lebih baik, terutama pada ruangan lembap.
Stainless 430 masuk kategori ferritic. Nikelnya nyaris nol, kromium 16-18 persen. Seri ini bersifat magnetis. Karena tanpa nikel, harganya paling murah. Ketahanan karatnya di bawah 201 dalam kondisi terendam air atau paparan cairan jenazah.
Sifat Fisik dan Kemagnetan
Seri 304 bersifat non-magnetis dalam kondisi anil (annealed). Seri 201 juga non-magnetis, tetapi dapat menjadi magnetis setelah proses las atau pembentukan. Seri 430 selalu magnetis.
Kekerasan permukaan seri 201 lebih tinggi. Akibatnya, goresan lebih susah muncul. Namun seri 304 lebih mudah dibentuk dan dilas dengan minim distorsi. Untuk keranda, bentuk siku dan sambungan las yang rapi lebih menentukan kekuatan akhir daripada kekasaran material.
Ketahanan terhadap Kondisi Ekstrem
Keranda dipakai berulang kali. Saat proses pembersihan, petugas menggunakan bahan kimia pembersih dan air bertekanan tinggi. Seri 304 tahan terhadap klorin dan disinfektan umum. Seri 201 bisa timbul bintik karat jika residu bahan kimia tidak segera dibilas. Seri 430 lebih cepat kehilangan kilap pada lingkungan dengan uap amonia.
Uji sederhana di lapangan: teteskan larutan garam pada permukaan stainless. Setelah 12 jam, seri 430 akan berkarat lebih awal. Seri 201 mulai tampak titik korosi. Seri 304 tetap bersih. Ini yang menjadi alasan rumah sakit memilih keranda mayat stainless 304 untuk unit kamar jenazah.
Bobot dan Daya Angkat
Dimensi keranda standar dari Mitra InovaKit: panjang 190-210 cm, lebar 55-60 cm, tinggi 45-55 cm. Ketebalan plat yang lazim adalah 0,8 mm hingga 1,2 mm. Kami menggunakan pipa hollow stainless untuk rangka.
Stainless 201 memiliki densitas yang hampir sama dengan 304, sekitar 7,9 g/cm³. Seri 430 berada pada kisaran 7,7 g/cm³. Selisih bobot antar seri tidak signifikan pada ketebalan yang sama. Konstruksi sambungan las dan ketebalan plat menentukan beban maksimum keranda.
Selisih Harga
- Stainless 430: harga plat per meter persegi sekitar 20-30 persen lebih murah daripada 304.
- Stainless 201: lebih mahal daripada 430, tetapi masih 15-20 persen di bawah 304.
- Stainless 304: termahal, dengan stabilitas mutu dari pemasok besar seperti Jindal atau Nippon Steel.
Untuk penggunaan pemulasaraan jenazah, selisih harga itu sepadan dengan umur pakai. Keranda 304 bisa bertahan lebih dari satu dekade di ruang jenazah tanpa pengecatan ulang. Keranda 201 masih layak untuk lembaga pemakaman dengan pemakaian dua sampai tiga kali per minggu. Kami tidak merekomendasikan keranda 430 karena sambungan lasnya rentan korosi.
Standar Material di Mitra InovaKit
Sejak 2011, kami memproduksi keranda dengan plat stainless dari pemasok yang menyertakan sertifikat pabrik. Kami merakit setiap rangka dengan las TIG dan membersihkannya dari terak las. Kami memberi label kelas material di sisi bawah keranda agar pembeli bisa memeriksa material secara langsung.
Untuk stok standar, kami menyediakan stainless 304 untuk model RS dan 201 untuk model ekonomi. Kami tidak menyediakan keranda berbahan 430 karena risiko retak pada titik las saat menahan beban jenazah. Layanan konsultasi gratis tersedia untuk menentukan material yang sesuai anggaran dan frekuensi pemakaian.
Panduan Memilih
Periksa tanda laser atau emboss pada plat. Pemasok yang bertanggung jawab mencantumkan kelas material di sisi dalam rangka. Tanyakan juga metode pengelasan: las TIG lebih baik untuk 304, sementara las titik bisa memicu penguningan pada 201.
Jika kamar jenazah memiliki pendingin bersuhu 4-10 derajat Celsius dengan kondensasi tinggi, gunakan seri 304. Jika lokasi pemakaman berada di daerah pantai dengan kadar garam udara tinggi, 304 pilihan yang lebih aman. Untuk lembaga pemakaman dengan anggaran terbatas, 201 masih dapat dipakai dengan catatan segera dikeringkan setelah cuci.
Sebelum membeli, minta sampel plat kecil. Amplas permukaan, lalu bandingkan goresan pada 430 dan 201. Minta data uji eddy current untuk memastikan kelas material. Mitra InovaKit menyediakan keranda dengan material 304 dan 201 sesuai kebutuhan.
